Pengertian, Tata Cara dan Manfaat Daftar Pustaka

Posted on

Pengertian Daftar Pustaka

Image result for penulisan daftar pustaka yang benar

Daftar pustaka adalah daftar yang berisi susunan nama penulis, judul tulisan, penerbit, identitas penerbit dan tahun terbit dari semua buku atau tulisan maupun kutipan. Kegunaanya yaitu untuk dijadikan acuan atau landasan dalam suatu penelitian. Daftar pustaka ini biasanya terletak di bab akhir penulisan karya ilmiah atau penelitian. Secara berurutan acuan penulisan daftar pustaka akan dibahas lebih lanjut pada sub bab berikut.

 

Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka

Ada beberapa cara penulisan daftar pustaka berdasarkan sumber acuan yang dipakai penulis, baik dari buku, surat kabar, majalah, dan kutipan.

Penulisan Daftar Pustaka yang Bersumber dari Buku

Tata cara penulisan daftar pustaka berdasarkan urutan paling awal yaitu nama pengarang , tahun terbit, judul buku, kota dan nama penerbit buku adalah sebagai berikut.

  1. Nama pengarang

Pada penulisan nama pengarang buku, nama belakang pengarang akan dituliskan di depan lalu beri tanda koma kemudian baru dituliskan nama depan atau nama tengah pengarang buku diakhiri dengan titik. (contoh: Habibie, Baharuddin Yusuf.)

Jika pengarang atau penulis buku lebih dari satu maka cukup nama pengarang pertama yang dibalik namanya sedangkan pengarang lainnya tetap. (contoh: Habibie, Baharuddin Yusuf, Jusuf Kalla, dan Soekarno.)

Lain lagi bila pengarang buku lebih dari tiga orang, maka cukup tambahkan ‘dkk’ atau ‘et.all’ setelah nama depan penulis pertama dibalik menjadi di belakang. (contoh: Habibie, Baharuddin Yusuf dkk. atau Habibie, Baharuddin Yusuf et.all.)

Jika kebetulan menggunakan buku dengan penulis yang sama tetapi beda tahun, maka cukup sekali menulis nama pengarangnya kemudian buat garis 10 ketukan dan diakhiri dengan tanda titik.

contoh: Habibie, Baharuddin Yusuf. 2003

          . 2009

          . 2017

  1. Tahun terbit buku

Setelah penulisan nama, selanjutnya adalah tahun terbit buku. Cara penulisannya adalah nama pengarang. tahun terbit buku. judul buku. Tahun terbit buku diapit dengan tanda titik. Contoh: nama pengarang. 1998. judul buku

  1. Judul buku

Selanjutnya adalah judul buku, pada penulisan daftar pustaka judul buku dituliskan miring atau Italic. Contoh: Habibie, Baharuddin Yusuf. 2017. Pesawat Terbang CN-125.

  1. Kota dan nama penerbit buku

Penulisan kota dan nama penerbit buku adalah setelah judul buku. Dituliskan kota terbit dari buku terlebih dahulu baru diberi tanda tirik dua nama penerbit buku yang disadur. Contoh: Habibie, Baharuddin Yusuf. 2017. Pesawat Terbang CN-125. Jakarta: Media Pustaka.

 

Penulisan Daftar Pustaka dengan Sumber Artikel Jurnal 

  1. Nama

Nama pengarang sama seperti penulisan daftar pustaka sumber buku, penempatan nama belakang pengarang terlebih dahulu baru diikuti nama belakang dan nama tengah pengarang. Yang dituliskan pada daftar pustaka untuk sumber jurnal ini adalah penulis asli, bukan editor artikel jurnal.

  1. Judul

Terdapat dua judul pada penulisan daftar pustaka dengan sumber artikel jurnal. Yang dituliskan terlebih dahulu adalah judul artikelnya dulu dengan diapit tanda “ lalu tuliskan penghubung dalam sebelum menuliskan judul jurnalnya. Penulisan judul dengan sumber artikel jurnal tidak perlu di cetak miring.

Contoh:

Judul Jurnal : Pengoperasian Aplikasi Senayan Library Management System (SLiMS)

Judul Artikel : Pengaktifan Sistem Configuration Beserta Menu-Menu Di Dalam SLiMS
Penulis : Devi Ferera Kristiana
Penerbit : Perpustakaan Daerah Kabupaten Nganjuk
Kota Terbit :
Tahun Terbit : 2018

Kristiana, Devi Ferera. 2018. “Pengaktifan Sistem Configuration Beserta Menu-Menu Di Dalam SLiMS” dalam Pengoperasian Aplikasi Senayan Library Management System (SLiMS). Nganjuk: Perpustakaan Daerah Kabupaten Nganjuk.

Penulisan Daftar Pustaka dengan Sumber Majalah 

Penulisan daftar pustaka dengan sumber majalah lebih sederhana dari sumber buku. Intinya sama dengan penulisan daftar pustaka dari sumber artikel jurnal dari segi penulisan nama dan judul. Yang membuat beda adalah bulan terbit atau tahun terbitan, jika ada. Berikut adalah urutannya nama pengarang, tahun terbit, judul artikel, judul majalah, bulan terbit (kalau ada), tahun terbitan yang keberapa (kalau ada, tempat terbit. Semua diakhiri dengan titik kecuali setelah judul majalah dan bulan terbit memakai koma.

Contoh: Kusno, Ira. 2018. “Hiruk Pikuk Pilkada” dalam Majalah Tempo, Januari. Jakarta.

Penulisan Daftar Pustaka dengan Sumber Surat Kabar 

Cara penulisan daftar pustaka dengan sumber surat kabar dengan urutan sebagai berikut: nama pengarang, tahun terbit, judul artikel, judul surat kabar, tanggal terbit, dan tempat terbit. Selebihnya, aturan sama seperti pada penulisan daftar pustaka artikel jurnal dan majalah.

Contoh: Budi, Johan. 2016. “Giat Politik dan Perekonomian Daerah” dalam Jawa Pos, 2 Februari 2016. Surabaya.

Penulisan Daftar Pustaka dengan Sumber Artikel di Internet 

Cara penulisan daftar pustaka dengan sumber artikel dari internet sama dengan penulisan daftar pustaka dari sumber lain, yang membedakan adalah mencopy paste link website sumber yang digunakan.

Contoh: Raharja, Budi. 2001. Pentingnya Menanamkan Karakter Positif Sejak Dini: Siapkah Indonesia?

Penulisan Daftar Pustaka dengan Sumber Kamus 

Daftar pustaka dengan sumber kamus dituliskan juga di dalam sebuah penelitian pada bab daftar pustaka. Cara penulisannya sama seperti sumber lainnya berkaitan dengan nama , judul, penerbit dan kota terbit. Penambahan ada pada halaman kamus yang di sadur oleh peneliti atau penulis.

 Contoh: David-Longley, D.W. 2008. Geographic Information Systems and Science. The New Encylopedia Britannica. Encyclopedia Britannica. 322: 651-701.

Daftar pustaka yang sudah dituliskan sesuai urutan di atas. Di susun ke bawah dengan memperhatikan urutan abjad dimulai dari abjad A-Z. Bila terdapat dua baris daftar pustaka, maka baris kedua masuk sekitar 10 ketukan (10 spasi). Pembatas antara nama pengarang, tahun terbit, judul buku, kota adalah titik, kecuali setelah kota penerbit buku memakai tanda titik dua (:).

 

Manfaat Pencantuman Daftar Pustaka 

Ada beberapa manfaat yang dapat dihasilkan dari pencantuman daftar pustaka bagi penulis atau pengarang buku, khususnya bagi peneliti atau yang menggunakan buku atau sumber lain dalam penelitiannya.

  1. Sebagai ucapan terima kasih kepada pengarang buku karena kontribusi buku atau sumber tersebut sudah membantu penelitiannya dapat terselesaikan.
  2. Sebagai pemenuhan etika penulisan. Dalam berkarya, khususnya menulis, pencantuman sumber sangat diperlukan agar jelas asal usul sumbernya.
  3. Sebagai referensi silang antar pengguna sumber.
  4. Dapat digunakan sebagai petunjuk pelacakan sumber bilamana diperlukan untuk pengecekan.
  5. Terhindar dari sangkaan plagiasi atau penjiplakan karya. Plagiasi adalah penggandaan informasi tanpa ijin pemilik dan digunakan tanpa diberi keterangan tambahan (sistem copy paste).
  6. Membantu atau mempermudah para pembaca jika ingin mengembangkan lebih lanjut penelitian yang sudah ada dengan sumber yang sudah dituliskan di daftar pustaka peneliti.

Penulisan daftar pustaka ini harus dilakukan dalam suatu karya ilmiah atau skripsi atau tugas akhir. Hal ini bertujuan untuk menjaga keorisinalitasan dari sumber yang sudah diambil oleh peneliti. Dan memberikan kepastian pulan bagi pembaca atau peneliti selanjutnya bahwa penelitian tersebut mengambil sumber kerangka teori yang benar dan akurat serta up to date.